Jun 14, 2009
nunggu
Label: aku
menunggu tenyata memang agak membosankan. biar nggak tambah ruwet, aku tulis aja disini. lagian mumpung nggak bayar nulis di blog. cuma bayar koneksi internet
Selengkapnya...
Apr 17, 2009
ber-GPRS dari desa...
Label: Coretan
Siang ini saya berkesempatan mencoba koneksi internet memakai 3MI yang berbasis durasi.
Di daerah saya, Klaten, yang notabene tempatnya agak pelosok (ndeso) koneksi terasa menyedihkan. Untuk membuka facebook saja, waktu untuk menunggu halaman terbuka semua, saya masih bisa menulis coretan ini.
http://www.hasssan.web.id/2009/04/ber-gprs-dari-desaber-gprs-dari-desa/
Selengkapnya...
Di daerah saya, Klaten, yang notabene tempatnya agak pelosok (ndeso) koneksi terasa menyedihkan. Untuk membuka facebook saja, waktu untuk menunggu halaman terbuka semua, saya masih bisa menulis coretan ini.
http://www.hasssan.web.id/2009/04/ber-gprs-dari-desaber-gprs-dari-desa/
Blog dan Saya
Diposting oleh
hasssan
pada
1:04 AM
.
0
komentar
Blog adalah ruang pribadi yang saya ciptakan dengan batasan seenak
saya. Saya bebas melakukan apapun, saya isi blog dengan berbagai macam
hal, mulai dari hal kecil sampai hal besar, membuat masalah atau
menyelesaikan masalah, berpendapat atau mengkritik suatu hal.
http://www.hasssan.web.id/2009/03/blog-dan-sayablog-dan-saya/
Selengkapnya...
http://www.hasssan.web.id/2009/03/blog-dan-sayablog-dan-saya/
Mar 22, 2009
hasssan.mp
Dua hari yang lalu saya dapat email yang tidak terduga dari Chi.mp, website penyedia layanan identitas on line. Chi.mp sendiri singkatan dari Content Hub and Identity Management Platform. Chi.mp memberikan secara cuma-cuma domain .mp sebagai identitas online yang bisa dipakai diberbagai website yang didukung chi.mp atau aplikasi OpenID.
lanjut baca disini

lanjut baca disini

Feb 4, 2009
4 Februari
Label: Coretan
Jalan setapak yang mulai menyempit membuat berpikir dua kali untuk melangkah. Rasa dingin dunia yang mulai menusuk tulang pun semakin terasa linu. Pandangan yang dikaburkan kabut kesesatan membuat mata perih. Beban berat yang bergelantung di pundak semakin terasa berat.
Mencoba berhenti sejenak melepas lelah, genangan air ini tidak mau menyingkir, malah memanggil temannya datang berkumpul. Semakin terasa lelah. Terlelap di antara bumi dan langit.
Kehangatan mentari di pagi hari hanya bisa dirasakan sejenak, segera di usir arak-arakan awan mendung yang ingin segera melepas bebannya. Langit yang menangis sepanjang hari membuat jalan ini semakin licin dan menipu.
Sepi yang terasa makin hari makin tak terasa lagi. Seolah-olah menjadi kebiasaan yang menipu diri. Rasa yang menjadikan diri seolah memang sendiri di belantara buas yang luas. Hanya desahan angin yang setia menemani setiap langkah. Gemricik aliran air sebagai obat sepi yang mujarab.
Terlihat sorot cahaya dari ujung jalan. Mencoba mempercepat langkah mencapai setitik harapan. Tiba-tiba terhenti oleh rekahan mulut bumi tepat di depan ujung kaki. Hampir saja tertelan mentah-mentah. Lagi-lagi harus memutar jalan lagi untuk mencapai sorot kecil cahaya yang mulai membesar.
Akankah jalan ini tak kunjung berujung? Atau memang harus memilih jalan lain yang juga samar?
Subscribe to:
Posts (Atom)





